Aug20
  • 2 Comments

090

Ilhami Gilang ramadhan
Deskripsi
"THE GUARDIAN
Dalam menyambut hubungan bilateral antara Indonesia dan Swedia ke-75 tahun 2025, tema besar yang dituangkan dalam batik ini yaitu tentang pelestarian hutan. Hal ini dilatarbelakangi dengan momen kepindahan ibukata Indonesia ke IKN yang mana terdapat pembangunan yang melibatkan banyak kawasan hutan. Sebagai bangsa yang turut senantiasa menjaga pelestarian hutan, perancangan kawasan Eco Friendly di IKN menjadi prioritas untuk menjaga keseimbangan alam. Swedia merupakan negara yang sangat peduli terhadap pelestarian hutan maupun lingkungan. Dengan adanya kesamaan value yang dimiliki oleh Indonesia dan Swedia terhadap pelestarian hutan, hubungan kedua negara akan menjadi semakin harmonis dengan perpaduan motif batik tentang pelestarian hutan Indonesia dan Swedia. Karya ini secara umum divisualkan dengan hutan yang diisi oleh tokoh penjaga hutan seperti tokoh imajinatif dari karya pelukis Swedia, John Bauer, yang terinspirasi dari Suku Sami dan penari Hudoq dari Suku Dayak. Selain itu, motif batik ini juga didukung oleh elemen visual lain khas dari kedua negara seperti kuda Dala, batik Tengkawang Ampiek, serta corak khas dari Indonesia dan Swedia. “The Guardian” yang menjadi judul batik ini merupakan perwujudan kolaborasi kedua negara melalui pendekatan kebudayaan yang sakral. Hal ini didasari oleh dengan peringatan yang bersifat sakral akan cenderung dihormati dengan penuh kehati-hatian. Sehingga dalam penggambarannya, batik ini memiliki kesan kewaspadaan penari Hudoq dan karakter imajinatif John Bauer yang saling menjaga dihutan yang gelap. Dengan kesan ini pendatang hutan seolah selalu diwaspadai agar tidak melalukan eksploitasi. Untuk menambah kesan estetika yang lebih personal antara kedua negara, batik ini dalam satuan motif/capnya membentuk topografi dari pulau Kalimantan secara kesuluruhan dengan sekat memanjang yang bisa dilihat dari ujung atas ke bawah sebelah kiri yang membentuk topografi Swedia yang menyatu pada pulau Kalimantan. Dengan harapan elemen estetika tersebut bisa menjadi simbol ikatan saling memiliki satu sama lain."

INSPIRASI
Batik ini mengambil referensi utama dari Lukisan John Bauer asal Swedia dan kebudayaan tari Hudoq Suku Dayak. Sedangkan untuk referensi pendukung terdapat batik Tengkawang Ampiek, kuda Dala, serta motif Kurbits dan pakaian tradisional Suku Sami yang dipadukan dengan motif Batik (titik). Nuansa sakral dari batik ini terinspirasi lukisan John Bauer bernuansa hutan yang memiliki kesan yang misterius dan tari Hudoq yang ditujukan sebagai adat rasa syukur atas hasil alam, serta Kuda Dala sebagai mainan anak-anak khas Swedia dan Buah Tengkawang sebagai tanaman obat sekaligus simbol dari kebaikan alam semesta memberikan kesan aman.
Description
"THE GUARDIAN
In welcoming the 75th bilateral relations between Indonesia and Sweden in 2025, the main theme expressed in this batik is about forest conservation. This is based on the moment of the relocation of the Indonesian capital to the IKN where there is development involving many forest areas. As a nation that always maintains forest conservation, the design of the Eco Friendly area in the IKN is a priority to maintain the balance of nature. Sweden is a country that cares deeply about forest and environmental conservation. With the similarity of values ​​shared by Indonesia and Sweden regarding forest conservation, the relationship between the two countries will become more harmonious with the combination of batik motifs about forest conservation in Indonesia and Sweden. This work is generally visualized with a forest filled with forest guardian figures such as the imaginary figures from the work of Swedish painter John Bauer, who were inspired by the Sami Tribe and the Hudoq dancers from the Dayak Tribe. In addition, this batik motif is also supported by other visual elements typical of the two countries such as the Dala horse, Tengkawang Ampiek batik, and typical patterns from Indonesia and Sweden. "The Guardian" which is the title of this batik is the embodiment of the collaboration of the two countries through a sacred cultural approach. This is based on the fact that sacred warnings tend to be respected with great caution. So in its depiction, this batik has the impression of the vigilance of the Hudoq dancer and the imaginative character of John Bauer who guard each other in the dark forest. With this impression, forest visitors seem to always be on guard so as not to exploit. To add a more personal aesthetic impression between the two countries, this batik in its motif/stamp unit forms the topography of the island of Kalimantan as a whole with a longitudinal divider that can be seen from the top to the bottom on the left which forms the topography of Sweden which is united on the island of Kalimantan. With the hope that the aesthetic elements can be a symbol of the bond of belonging to each other."

INSPIRATION
This batik takes its main reference from John Bauer's Painting from Sweden and the Hudoq dance culture of the Dayak Tribe. As for supporting references, there are Tengkawang Ampiek batik, Dala horses, and Kurbits motifs and traditional Sami clothing combined with Batik motifs (dots). The sacred nuance of this batik is inspired by John Bauer's forest-themed paintings that have a mysterious impression and the Hudoq dance which is intended as a tradition of gratitude for the results of nature, as well as Dala horses as typical Swedish children's toys and Tengkawang fruit as medicinal plants as well as symbols of the goodness of the universe giving a safe impression.
02 Comments
  1. Margareta Zetterblom 6 September 2024

    NOMINATE

  2. Tatang Elmy Eibowo 6 September 2024

    NOMINATE

Welcome Page

Gallery 1

Gallery 2

Gallery 3

Gallery 4

Nominated entries